Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Android
Pengembangan
media pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk
menghasilkan suatu media pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah
ada. Media yang dimaksud adalah media pembelajaran sehingga teori pengembangan
yang digunakan adalah teori pengembangan pembelajaran. Selain media, dalam
suatu proses belajar mengajar guru juga di tuntut untuk menggunakan RPP yang
merupakan suatu acuan rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran
berlangsung. Alat penilaian juga perlu untuk melihat sejauh mana pencapaian
tujuan oleh siswa. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran juga
dilengkapi dengan RPP dan tes hasil belajar sebagai syarat dalam suatu
proses pembelajaran.
Salah
satu bentuk pengintegrasian TI adalah pemanfaatan smartphone dalam
pembelajaran. Smartphone merupakan piranti elektronik yang paling luas
digunakan dewasa ini, namun masih sedikit pemanfaatannya dalam dunia pendidikan.
Saat
ini perkembangan teknologi tengah memasuki era baru yakni era informasi. Era
ini ditandai dengan semakin terbukanya akses informasi di segala bidang yang
tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu piranti utama yang
memfasilitasi abad informasi yaitu smartphone. Smartphone terus berkembang
dengan cepat dan tak memiliki tanda-tanda akan segera surut. Diperkirakan pada
tahun 2015 ini akan ada sekitar dua milyar pengguna smartphone di seluruh dunia
(Brown et al. 2014). Dari berbagai macam program yang digunakan dalam
smartphone, android menempati urutan pertama pangsa pasar smartphone di
indonesia yaitu sebesar 56,13% per periode Juli 2013-Juli 2014
(statcounter.com, 2014).
Secara
vitual setiap aspek kehidupan kita telah dipengaruhi oleh piranti mobile yang
berada dimana-mana di sekeliling kita.. Salah satu aspek yang juga terkena
dampaknya yakni dunia pendidikan. Aplikasi teknologi ini dalam dunia pendidikan
dipicu oleh harganya yang masih terjangkau dan kemampuan berimprovisasi yang
tinggi seperti meningkatnya kebutuhan untuk selalu terhubung dan belajar di
banyak tempat pada waktu yang tidak dibatasi (Serafimov, 2013). Kelas yang
dilengkapi dengan piranti dan teknologi yang tepat yang memungkinkan
pembelajaran yang baik dan memfasilitasi kebutuhan akan pengetahuan yang
semakin berkembang merupakan ciri dari pendidikan yang cerdas (smart education)
(Sykes, 2014).
Smartphone
memiliki banyak kegunaan yang bisa dimanfaatkan sebagai media dalam
pembelajaran. Jochen Kuhn (2013) melaporkan bahwa smartphone merupakan piranti
yang sangat cocok digunakan sebagai alat bantu eksperimen karena alat ini
dilengkapi dengan berbagai macam sensor. Pemanfaatan smartphone dalam
pembelajaran khususnya kimia akan mampu mendorong keikutsertaan siswa dalam
pembelajaran. Song, Wong dan Looi (2012) menemukan bahwa pembelajaran yang
memanfaatkan perangkat mobile mampu memfasilitasi siswa untuk mendapatkan
pembelajaran yang bersifat personal dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa.
Besarnya
potensi yang dimiliki oleh smartphone berbasis android ini akan sangat baik
bila dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran. Mohamad & Woollard (2012)
menetapkan bahwa pengembangan dan implementasi mobile phone di sekolah akan
sangat menguntungkan karena merupakan perangkat yang dikenal umum oleh siswa
dan merupakan alat yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran masa depan.
Pengembangan
media pembelajaran berbasis Android ini sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013.
Salah satu perubahan yang ada di Kurikulum 2013 adalah terintegrasinya
Teknologi Informasi (TI) ke dalam semua mata pelajaran. TI tidak lagi berdiri
sendiri sebagai mata pelajaran namun berperan sebagai sarana bagi semua mata
pelajaran yang lain. Hal ini berarti bahwa penggunaan TI secara masif dan
tepat-guna harus dimulai oleh guru di berbagai bidang mata pelajaran, termasuk
mata pelajaran kimia.
Dengan
dikembangkannya media pembelajaran yang memanfaatkan perangkat mobile artinya
siswa akan dapat mengakses dan belajar di manapun dan kapanpun. Hal ini berarti
siswa akan semakin berperan aktif dalam pembelajaran sesuai dengan amanat
pembelajaran di Kurikulum 2013 yang menekankan siswa sebagai pusat
pembelajaran.
Dalam
pembelajaran kimia asam basa merupakan materi kimia yang berisi konsep
fundamental. Konsep ini sangat penting dalam kehidupan dan menduduki posisi
sentral dalam banyak proses berbeda di alam. Penguasaan konsep dan materi asam
basa menjadi sangat penting ditekankan oleh guru sehingga siswa akan dapat
memahami berbagai proses alam dan fenomena yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari.
Pengembangan
media pembelajaran kimia berbasis android yang dilengkapi dengan permainan kimia asam basa sehingga siswa diharapkan akan
lebih tertarik dan dapat memahami materi dengan baik.
Permainan
yang dikembangkan dikemas dalam bentuk software android package (.apk) yang
dapat dioperasikan minimal menggunakan perangkat dengan sistem operasi android
3.0. Program yang digunakan untuk membuat media pembelajaran kimia berbasis
android adalah program Adobe Flash Profesional CS6 dengan Action Script 3 dan
emulator Platform Android. Bahasa pengantar yang digunakan sesuai dengan bahasa
yang digunakan di sekolah yaitu bahasa indonesia. Materi yang dikembangkan
mengacu pada Kurikulum 2013. Media pembelajaran ini terdiri dari beberapa menu
utama yaitu menu kompetensi, materi, game, peringkat, petunjuk dan profil pengembang.
Menu
kompetensi berisi kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan tujuan
pembelajaran. Menu petunjuk berisi penjelasan mengenai tombol navigasi
masing-masing menu pada media pembelajaran berbasis android. Halaman materi
berisi materi pembelajaran asam basa yang dilengkapi contoh soal dan jawaban
serta simulasi sederhana mengenai asam basa.
Halaman
game berisi permainan kimia materi asam basa yang terdiri atas 5 Level. Sebelum
bermain siswa harus menuliskan identitas dan memilih karakter pemain terlebih
dahulu. Di awal permainan pemain memiliki 10 nyawa. Jumlah nyawa ini akan
berkurang jika pemain melakukan kesalahan saat memainkan permainan. Level 1
merupakan permainan mencari kata yang berkaitan dengan asam basa. Level 2
berisi permainan mencari gambar yang berkaitan dengan asama basa. Level 3
merupakan permainan mencocokan jawaban
dengan mendrag jawaban pada tempat yang
telah disediakan. Level 4 merupakan soal isian singkat yang dijawab dengan cara
mengetik jawaban pada tempat yang telah disediakan. Jika nyawa yang dimiliki
masih mencukupi, pemain dapat melanjutkan ke Level 5 yang merupakan 10
pertanyaan pilihan ganda.