Selasa, 01 Mei 2018

Pengembangan Media Pembelajaran

Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Android
Pengembangan media pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu media pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada. Media yang dimaksud adalah media pembelajaran sehingga teori pengembangan yang digunakan adalah teori pengembangan pembelajaran. Selain media, dalam suatu proses belajar mengajar guru juga di tuntut untuk menggunakan RPP yang merupakan suatu acuan rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Alat penilaian juga perlu untuk melihat sejauh mana pencapaian tujuan oleh siswa. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran juga dilengkapi dengan  RPP dan tes hasil belajar sebagai syarat dalam suatu proses pembelajaran.
Salah satu bentuk pengintegrasian TI adalah pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran. Smartphone merupakan piranti elektronik yang paling luas digunakan dewasa ini, namun masih sedikit pemanfaatannya dalam dunia pendidikan.
Saat ini perkembangan teknologi tengah memasuki era baru yakni era informasi. Era ini ditandai dengan semakin terbukanya akses informasi di segala bidang yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu piranti utama yang memfasilitasi abad informasi yaitu smartphone. Smartphone terus berkembang dengan cepat dan tak memiliki tanda-tanda akan segera surut. Diperkirakan pada tahun 2015 ini akan ada sekitar dua milyar pengguna smartphone di seluruh dunia (Brown et al. 2014). Dari berbagai macam program yang digunakan dalam smartphone, android menempati urutan pertama pangsa pasar smartphone di indonesia yaitu sebesar 56,13% per periode Juli 2013-Juli 2014 (statcounter.com, 2014).
Secara vitual setiap aspek kehidupan kita telah dipengaruhi oleh piranti mobile yang berada dimana-mana di sekeliling kita.. Salah satu aspek yang juga terkena dampaknya yakni dunia pendidikan. Aplikasi teknologi ini dalam dunia pendidikan dipicu oleh harganya yang masih terjangkau dan kemampuan berimprovisasi yang tinggi seperti meningkatnya kebutuhan untuk selalu terhubung dan belajar di banyak tempat pada waktu yang tidak dibatasi (Serafimov, 2013). Kelas yang dilengkapi dengan piranti dan teknologi yang tepat yang memungkinkan pembelajaran yang baik dan memfasilitasi kebutuhan akan pengetahuan yang semakin berkembang merupakan ciri dari pendidikan yang cerdas (smart education) (Sykes, 2014).
Smartphone memiliki banyak kegunaan yang bisa dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran. Jochen Kuhn (2013) melaporkan bahwa smartphone merupakan piranti yang sangat cocok digunakan sebagai alat bantu eksperimen karena alat ini dilengkapi dengan berbagai macam sensor. Pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran khususnya kimia akan mampu mendorong keikutsertaan siswa dalam pembelajaran. Song, Wong dan Looi (2012) menemukan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan perangkat mobile mampu memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang bersifat personal dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa.
Besarnya potensi yang dimiliki oleh smartphone berbasis android ini akan sangat baik bila dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran. Mohamad & Woollard (2012) menetapkan bahwa pengembangan dan implementasi mobile phone di sekolah akan sangat menguntungkan karena merupakan perangkat yang dikenal umum oleh siswa dan merupakan alat yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran masa depan.
Pengembangan media pembelajaran berbasis Android ini sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Salah satu perubahan yang ada di Kurikulum 2013 adalah terintegrasinya Teknologi Informasi (TI) ke dalam semua mata pelajaran. TI tidak lagi berdiri sendiri sebagai mata pelajaran namun berperan sebagai sarana bagi semua mata pelajaran yang lain. Hal ini berarti bahwa penggunaan TI secara masif dan tepat-guna harus dimulai oleh guru di berbagai bidang mata pelajaran, termasuk mata pelajaran kimia.
Dengan dikembangkannya media pembelajaran yang memanfaatkan perangkat mobile artinya siswa akan dapat mengakses dan belajar di manapun dan kapanpun. Hal ini berarti siswa akan semakin berperan aktif dalam pembelajaran sesuai dengan amanat pembelajaran di Kurikulum 2013 yang menekankan siswa sebagai pusat pembelajaran.
Dalam pembelajaran kimia asam basa merupakan materi kimia yang berisi konsep fundamental. Konsep ini sangat penting dalam kehidupan dan menduduki posisi sentral dalam banyak proses berbeda di alam. Penguasaan konsep dan materi asam basa menjadi sangat penting ditekankan oleh guru sehingga siswa akan dapat memahami berbagai proses alam dan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis android yang dilengkapi dengan permainan  kimia asam basa sehingga siswa diharapkan akan lebih tertarik dan dapat memahami materi dengan baik.
Permainan yang dikembangkan dikemas dalam bentuk software android package (.apk) yang dapat dioperasikan minimal menggunakan perangkat dengan sistem operasi android 3.0. Program yang digunakan untuk membuat media pembelajaran kimia berbasis android adalah program Adobe Flash Profesional CS6 dengan Action Script 3 dan emulator Platform Android. Bahasa pengantar yang digunakan sesuai dengan bahasa yang digunakan di sekolah yaitu bahasa indonesia. Materi yang dikembangkan mengacu pada Kurikulum 2013. Media pembelajaran ini terdiri dari beberapa menu utama yaitu menu  kompetensi,  materi, game,  peringkat,  petunjuk dan profil pengembang.

Menu kompetensi berisi kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Menu petunjuk berisi penjelasan mengenai tombol navigasi masing-masing menu pada media pembelajaran berbasis android. Halaman materi berisi materi pembelajaran asam basa yang dilengkapi contoh soal dan jawaban serta simulasi sederhana mengenai asam basa.
Halaman game berisi permainan kimia materi asam basa yang terdiri atas 5 Level. Sebelum bermain siswa harus menuliskan identitas dan memilih karakter pemain terlebih dahulu. Di awal permainan pemain memiliki 10 nyawa. Jumlah nyawa ini akan berkurang jika pemain melakukan kesalahan saat memainkan permainan. Level 1 merupakan permainan mencari kata yang berkaitan dengan asam basa. Level 2 berisi permainan mencari gambar yang berkaitan dengan asama basa. Level 3 merupakan permainan mencocokan  jawaban dengan mendrag  jawaban pada tempat yang telah disediakan. Level 4 merupakan soal isian singkat yang dijawab dengan cara mengetik jawaban pada tempat yang telah disediakan. Jika nyawa yang dimiliki masih mencukupi, pemain dapat melanjutkan ke Level 5 yang merupakan 10 pertanyaan pilihan ganda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar